Masakan Dengan Hewan Yang Dimakan Hidup Hidup
Dimasak hidup hidup lalu dimakan hidup hidup, bayangkan
sahabat anehdidunia.com sangat kejam bukan? iya masakan ini memang ada
di dunia ini entah itu untuk kesehatan ataupun hanya mencari kenikmatan
yang lain dari pada yang lain yang tentu saja sangat tidak cocok di
wilayah kita. Diantara yang paling mengerikan dan menjijikan seperti
udang hidup yang dimakan atau memakan daging ular yang dagingnya
bergerak, inilah video makanan paling ekstrim yang memakan hewan hidup hidup.
Sahabat anehdidunia.com Sannakji adalah salah satu sajian dari ikan
mentah yang populer di Korea. Menurut Yonhap News, hidangan ini terbuat
dari nakji, bahasa Korea untuk gurita berukuran kecil atau sedang. Yang
menjadikan kuliner ini cukup ekstrem, sannakji dimakan dalam keadaan
hidup. Untuk menyajikannya gurita yang masih hidup tinggal
dipotong-potong lalu dibubuhi wijen, serutan daun bawang, dan saus
ringan. Karena gurita tersebut masih hidup, tentakelnya masih aktif
bergerak bahkan saat disajikan di atas piring. Kadang sannakji juga
disajikan utuh, terutama jika ukuran guritanya tidak terlalu besar.
Makanan hidup tersebut sebaiknya juga dikunyah secara sempurna sebelum ditelan. Kalau biasanya Anda butuh waktu setengah menit hingga satu menit untuk mengunyah makanan, Anda bisa menghabiskan bermenit-menit untuk mencerna sannakji. Belum lagi sensasi potongan tentakel gurita yang menggeliat-geliat di dalam mulut. Walaupun begitu, masih ada saja kasus orang yang tersedak saat memakan sannakji terjadi. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Sekadar informasi, setidaknya enam orang Korea meninggal setiap tahunnya karena tersedak Sannakji.
Sashimi Frog Masakan Kodok Hidup
Asadashi restoran menyajikan hidangan unik dan aneh yang dirancang untuk
meningkatkan kejantanan. Biasanya sashimi dari bahan ikan segar tapi
sashimi ini adalah “Sashimi Frog” salah satu menu sashimi dengan bahan
kodok yang setengah hidup . Sebelum disajikan, Koki akan mempersilakan
pengunjung untuk memilih kodok yang ingin mereka santap. Jenis kodok
dalam sashimi ini adalah Bullfrog. Setelah pemesan memilih, di depan
mata pemesan koki akan menyembelihnya. Kodok itu lalu dikuliti dan
dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mangkuk.
Kemudian ada bagian tubuh kondok yang tanpa tulang di potong - potong dan kodok yang segar dan belum sepenuhnya mati itu segera disajikan. Kodok yang berada dalam mangkuk sashimi tersebut masih bisa menggerakan tubuhnya untuk brusaha lari dan bahkan masih bisa mengedipkan matanya kepada pemesan. Dalam penyajiannya, sashimi kodok ini disajikan lengkap dengan es, kecap dan potongan lemon. Potongan tubuhnya yang lain yang bertulang akan dijadikan sup yang hangat.
Kemudian ada bagian tubuh kondok yang tanpa tulang di potong - potong dan kodok yang segar dan belum sepenuhnya mati itu segera disajikan. Kodok yang berada dalam mangkuk sashimi tersebut masih bisa menggerakan tubuhnya untuk brusaha lari dan bahkan masih bisa mengedipkan matanya kepada pemesan. Dalam penyajiannya, sashimi kodok ini disajikan lengkap dengan es, kecap dan potongan lemon. Potongan tubuhnya yang lain yang bertulang akan dijadikan sup yang hangat.
Bulu babi atau landak laut mereka ditemukan di samudra di seluruh dunia.
berbentuk bulat dan berduri, biasanya berukuran antara 3-10 cm.
Umumnya berwarna hitam dan nuansa hijau, zaitun, cokelat, ungu, dan
merah. Mereka bergerak perlahan-lahan. Di Indonesia sea Urchin atau
lebih dikenal dengan “Bulu Babi” adalah suatu binatang laut yang 95%
tubuhnya terdiri dari duri-duri. Duri-duri yang “sedikit” beracun ini
sangatlah rapuh. Sahabat anehdidunia.com makanan yang satu ini memang
tidak bergerak, tetapi mereka masih dalam keadaan hidup. Orang-orang
tidak menyadari bahwa mereka telah menelan sesuatu yang hidup ketika
banyak bulu babi hidup yang menempel pada tiram yang mereka makan. Di
Italia, bulu babi atau mereka menyebutnya dengan ricci di mare merupakan
makanan yang populer, begitu juga dengan tiram yang terkenal di dunia.
Keju tradisional Italia yang disebut casu marzu ini memang bukan keju
sembarangan. Keju ini dibuat dari keju tradisional pecorino yang diiris
bagian atasnya dan difermentasi secara alami dengan bantuan larva hidup.
Bagi sebagian besar orang, memakan keju yang “dihiasi” dengan ratusan
larva hidup mungkin merupakan sesuatu yang kelewat nekat. Tapi tidak
begitu dengan para Sardinians (penduduk asli Pulau Sardinia), bagi
mereka casu marzu adalah warisan kuliner yang sudah menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari budaya Sardinia. Keju ini biasanya dinikmati
dengan roti kering khas Sardinia pada acara-acara besar atau arisan
keluarga. Di pulau Sardinia, keju ini adalah hidangan kehormatan.
Soup Kelelawar
Penduduk setempat di Pulau Guam sangat menyukai hidangan sup santan
dengan kelelawar yang masih hidup di dalamnya. Mereka menangkap
kelelawar buah itu dari alam liar, setelah itu kelelawar tersebut
dibilas dan dimasukkan ke dalam tong yang berisi air yang mendidih,
sebelum disajikan dengan sup. Sahabat anehdidunia.com seperti yang kita
ketahui bahwa kelelawar adalah hewan yang berkemampuan menjadi inang
atau zoonosis yaitu penyakit dari hewan yang ditularkan ke manusia.
Kelelawar menjadi rumah bagi lebih dari 60 virus penginfeksi manusia.
Penelitian terbaru menunjukkan jumlah virus pada tubuh kelelawar jauh
melebihi yang ada pada tikus, mamalia pengerat yang dikenal kotor dan
menjadi sumber penyakit.
Chumiles Tacos Dan Jumiles Kutu Busuk Hidup
Makanan ini berasal dari serangga dengan bau busuk dan sering dimakan hidup-hidup.
Chumiles memiliki ukuran lebih kecil dari jumiles dan memiliki rasa
lebih kuat dari jumiles. Tapi keduanya sangat tinggi yodium. Serangga
ini umumnya hidup di bawah batu dan merupakan makanan khas Meksiko
terutama di wilayah Taxco. Mereka sering dikonsumsi hidup-hidup dengan
menambahkan tacos, salsa, guacamole atau saus lainnya untuk menjaga
mereka berjalan di piring.
Ikizukuri Ikan Setengah Hidup
Ikizukuri adalah hidangan sashimi ala Jepang yang menyajikan ikan segar
dalam keadaan hidup. Atau meminjam istilah lain menyajikan masakan dalam
keadaan masih segar. Di luar masyarakat Jepang, ikizukuri sangat
kontroversial karena dianggap kejam dan tidak manusiawi. Sementara itu
beberapa yang lain, terutama masyarakat Jepang berpendapat bahwa
ikizukuri adalah bagian dari warisan budaya. Menyantap ikan dalam
keadaan masih segar merupakan pengalaman menyantap makanan dengan unik
dan menarik. Lebih dari itu, ikizukuri merupakan masakan yang
berkualitas tinggi dan berkelas. Hanya restoran-restoran tertentu yang
menawarkan ikizukuri, karena memerlukan seorang koki yang sangat
terampil, terlatih, dan berpengalaman.
Karena kenikmatan dan nilai prestisius ikizukuri yang membuat penyajian hidangan segar ini masih banyak diminati. Walaupun lembaga hak-hak hewan, menyatakan bahwa saat dihidangkan hidup-hidup, sistem sarafnya masih bekerja dan binatang tersebut masih memiliki kemampuan untuk mengalami rasa sakit dan ketakutan. Sementara itu penggemar ikizukuri berpendapat bahwa saat dihidangkan, sebenarnya ikan tersebut sudah mati. Karena proses kematian yang sangat cepat maka ikan yang menggelepar di atas piring saji merupakan respon sisa dari sistem saraf yang terputus tiba-tiba dan bukan gerakan hewan yang sekarat. Menyedihkan!
Karena kenikmatan dan nilai prestisius ikizukuri yang membuat penyajian hidangan segar ini masih banyak diminati. Walaupun lembaga hak-hak hewan, menyatakan bahwa saat dihidangkan hidup-hidup, sistem sarafnya masih bekerja dan binatang tersebut masih memiliki kemampuan untuk mengalami rasa sakit dan ketakutan. Sementara itu penggemar ikizukuri berpendapat bahwa saat dihidangkan, sebenarnya ikan tersebut sudah mati. Karena proses kematian yang sangat cepat maka ikan yang menggelepar di atas piring saji merupakan respon sisa dari sistem saraf yang terputus tiba-tiba dan bukan gerakan hewan yang sekarat. Menyedihkan!
Sahabat anehdidunia.com kami sebagai admin anehdidunia yang mencari
sumber artikel masakan dengan hewan yang dimakan hidup hidup ini sampai
menitikan airmata ketika melihat video yang menayangkan masakan yang
kami bilang kejam ini dengan apapun alasannya. Bagaimana dengan anda?
semoga tetap menambah wawasan anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar